Kamis, 08 November 2012

Pembagian dan Klasifikasi


1. PENDAHULUAN
Logika merupakan cabang filsafat yang bersifat praktis berpangkal pada penalaran, dan sekaligus juga sebagai dasar filsafat dan sebagai sarana ilmu. Dengan fungsi sebagai dasar filsafat dan sarana ilmu karena logika merupakan “jembatan penghubung” antara filsafat dan ilmu, yang secara terminologis logika didefinisikan: Teori tentang penyimpulan yang sah. Penyimpulan pada dasarnya bertitik tolak dari suatu pangkal-pikir tertentu, yang kemudian ditarik suatu kesimpulan. Penyimpulan yang sah, artinya sesuai dengan pertimbangan akal dan runtut sehingga dapat dilacak kembali yang sekaligus juga benar, yang berarti dituntut kebenaran bentuk sesuai dengan isi.
Dalam ilmu Logika atau Mantiq terdapat salah satu disiplin ilmu tersendiri yang biasa disebut dengan pembagian atau analisis dan klasifikasi yang mana menjadi suatu disiplin ilmu yang sangat penting dalam sains, sosiologi, dan berbagai ilmu lainnya. Maka dari itu penulis akan membahas tentang pembagian dan klasifikasi.
2. PEMBAHASAN
A. Pengertian Pembagian dan Klasifikasi
Pengertian Pembagian
Pembagian merupakan proses mengurai suatu hal menjadi berbagai unsur yang terpisah untuk memahami sifat, hubungan, dan peranan masing-masing unsur.  Pembagian disebut juga dengan analisis. Dalam logika, analisis atau pembagian berarti pemecah belahan atau penguraian secara jelas berbeda ke bagian-bagian dari suatu keseluruhan. Bagian dan keseluruhan selalu berhubungan. Suatu keseluruhan terdiri atas bagian-bagian. Oleh karena itu dapat diuraikan.
Keseluruhan pada umumnya dibedakan atas keseluruhan logik dan keseluruhan realis. Keseluruhan logik merupakan keseluruhan yang dapat menjadi predikat masing-masing bagiannya, sedang keseluruhan realis merupakan keseluruhan yang tidak dapat dijadikan predikat masing-masing bagiannya. Jika keseluruhan dibedakan antara keseluruhan logik dan keseluruhan realis maka analisis dibedakan juga antara analisis logik dan analisis realis.
Analisis logik adalah pemecah-belahan sesuatu ke bagian-bagian yang membentuk keseluruhan atas dasar prinsip tertentu. Analisis logik selalu merupakan pembagian suatu himpunan ke dalam subhimpunan, yang dibedakan atas analisis universal dan analisis dikotomi. Analisis universal merupakan pemerincian suatu genus dibagi ke dalam semua spesiesnya atau pemecah-belahan term umum ke term-term khusus yang menyusunnya. Analisis dikotomi merupakan pemecah-belahan sesuatu dibedakan menjadi dua kelompok yang saling terpisah, yang satu merupakan term positif yang lain term negatif.
Analisis realis adalah pemecah-belahan berdasarkan atas susunan benda yang merupakan kesatuan dalam perwujudannya. Analisis realis dibedakan menjadi atas analisis esensial dan analisis aksidental. Analisis esensial merupakan pemecah-belahan sesuatu hal ke unsur dasar yang menyusunnya. Analisis aksidental merupakan pemecah-belahan sesuatu hal berdasarkan sifat-sifat yang menyertai perwujudannya.
Dalam analisis ada aturan-aturan tertentu yang menjadi petunjuk untuk mengadakan analisis secara ideal supaya hasilnya tidak menimbulkan kesalahan, yaitu analisis harus berjalan menurut sebuah asas tertentu, analisis harus lengkap dan tuntas, analisis harus jelas terpisah antarbagiannya.[1]
Pengertian Klasifikasi
Klasifikasi adalah aktivitas akal budi untuk menggolong-golongkan dan membagi-bagi serta menyusun benda-benda atau pengertian-pengertian tertentu berdasarkan kesamaan dan kebedaannya. Klasifikasi sangat penting dilakukan untuk membantu baik pengupasan suatu masalah maupun pemecahan suatu persoalan. Karena kenyataannya, tidak mudah mengupas suatu masalah tertentu apabila kita tidak memahami bagian-bagian yang membentuk masalah itu. Demikian pula akan sangat sulit memecahkan suatu persoalan jika kita tidak mengenal unsur-unsur penyebab masalah itu.[2] Sebuah kelas bukan sekadar sejumlah hal yang kebetulan tercakup dalam suatu kelompok. Sebaliknya, kelas merupakan suatu pengertian atau konsep tentang hal-hal tertentu yang memiliki ciri-ciri yang sama.[3]
Dilihat secara metodis ada dua sistem klasifikasi, yaitu klasifikasi logis dan klasifikasi dikotomis.
Ø  Klasifikasi logis adalah pembegian atau penggolongan kelompok-kelompok dalam suatu himpunan yang dimulai dar genus ke species terdekat dan demikian seterusnya sehingga mencapai infimae species. Klasifikasi logis itu memang baik, namun karena pengetahuan manusia terbatas untuk mengetahui semua anggota kelompok dari suatu himpunan (genus), pembagian atau penggolongan klasifikasi logis tidak mungkin lengkap.
Contoh:

Ø  Klasifikasi dikotomis adalah pembagian genus ke dalam dua species yang saling bertentangan, seperti genus binatang dibagi ke dalam species yang saling bertentangan, yaitu reptilia dan bukan reptilia.
Contoh:
                        Secara formal, klasifikasi dikotomis cukup lengkap dan sangat berguna bagi pengenmbangan ilmu pengetahuan. Namun, dalam sejarah, klasifikasi dikotomis ras yang dipolitisir telah mengakibatkan jutaan orang Yahudi dibunuh pada zaman kekuasaan Hitler di Jerman.[4]
B.  Urgensi Ilmu Pembagian dan Klasifikasi
Ø  Klasifikasi itu adalah untuk mengetahui keseluruhan logis dari suatu konsep dan bagian-bagiannya dengan lebih baik.[5]
Ø  Menjadi petunjuk untuk mengadakan analisis secara ideal supaya hasilnya tidak menimbulkan kesalahan.[6]
C. Perbedaan antara pembagian (devisi) dan klasifikasi
·         Perbedaan antara klasifikasi dan analisis adalah sebagai berikut: Analisis lebih erat hubungannya dengan proses yang semata-mata bersifat formal, sedang klasifikasi lebih bersifat empirik serta induktif.[7]
·         Klasifikasi adalah sekelompok orang atau hal-hal yang diatur ke dalam kelas atau kategori, maka pembagian adalah perselisihan yang membagi atas kelompok.[8]

D. Macam-Macam pembagian dan syarat-syaratnya
Dilihat dari wujudnya, ada tiga macam pembagian:[9]
            1.      Pembagian fisik, ialah pembagian dengan cara mengurai suatu hal/objek ke dalam unsur-unsurnya.
Contoh:
Tubuh manusia dapat dibagi-bagi ke dalam bagian-bagian kaki, tangan, kepala, perut, dan sebagainya.
            2.      Pembagian logis, ialah pembagian sebuah konsep ke dalam sub konsep-sub konsep.
            3.      Pembagian metafisik, ialah pembagian suatu objek ke dalam kualitas pembentuknya.
Contoh:
Manusia adalah substansi rasional yang berperasaan, hidup, mempunyai susunan kodrat (jiwa-badan), sifat kodrat (individu-sosial), serta kedudukan kodrat (makhluk berdiri sendiri-ciptaan Tuhan).
 Syarat-syarat pembagian
            1.      Setiap  pembagian harus konsisten. Artinya, setiap pembagian harus bertolak dari basis atau dasar yang sama. Jadi, bila misalnya kita membagi-bagi manusia ke dalam mahasiswa, dosen, bangsa Indonesia, seminaris, pandai, bujangan, maka pembagian semacam ini tidak baik sebab tidak bertolak dari dasar atau basis yang sama.
            2.      Pembagian harus meyakinkan dan lengkap. Artinya, setiap upaya pembagian harus tuntas. Semua bagian dari keseluruhan yang dapat dibagi-bagi harus dapat dijumlahkan kembali tanpa ada yang tersisa. Misalnya, mahasiswa dapat dibagi ke dalam kelompok-kelompok mahasiswa teknik dan mahasiswa komunikasi. Mahasiswa dari fakultas lain masuk kelompok mana?
            3.      Pembagian harus tegas dan jelas. Artinya, setiap pembagian harus tertata, jumlah bagian-bagiannya harus masuk akal. Maka, bila kita membagi-bagi sesuatu, kita dapat menghimpun bagian-bagian tersebut, misalnya ke dalam kelas, subkelas, golongan, dan sebagainya. Misalnya, mahasiswa dapat dibagi ke dalam kelompok usia 21 tahun ke bawah dan usia 21 tahun ke atas.
            4.      Setiap pembagian harus berdasarkan satu dasar saja. Pembagian yang berlandaskan lebih dari satu dasar akan menghasilkan spesia yang simpang siur. Misalnya, membagi manusia menjadi; manusia kulit putih, manusia Aria, manusia Asia, manusia penyabar. Di sini terdapat empat macam dasar pembagian yaitu: warna kulit, ras, regional, dan sifat dari manusia. Pembagian yang benar atas manusia, misalnya dengan dasar warna kulit, akan menghasilkan : manusia berkulit putih, manusia berkulit hitan, manusia berkulit kuning, manusia berkulit merah.
            5.      Pembagian harus sungguh-sungguh memisahkan. Artinya, bagian yang satu tidak boleh memuat bagian yang lain. Tidak boleh terjadi adanya tumpang tindih antara bagian-bagian yang akan diperincikan itu terdapat suatu ‘perlawanan’. Dengan demikian kelompok yang satu dapat dibedakan dengan jelas dari kelompok yang lain.
            6.      Pembagian harus sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.
      7.      Pembagian harus dilakukan secara rapih. Hukum ini lebih-lebih harus diperhatikan, apabila kita hendak mengadakan sub-pembagian. Setiap pembagian dari sub-pembagian harus hanya mencakup bagian-bagian yang langsung menyusun suatu keseluruhan atau bagian yang dibagi lebih jauh. “Substansi” tidak dapat dibagi dalam “yang hidup dan yang tidak hidup”, sebab pertama-tama “substansi” adalah materiil dan tidak materiil; lalu substansi materiil dapat dibagi dalam “yang hidup dan yang tidak hidup”.[10]

E. Dasar-Dasar Klasifikasi
Ø  Berdasarkan Persamaaan
Kita dapat mengelompokkan makhluk hidup berdasakan persamaannya seperti pada sapid an kuda. Dengan mengamati cirri-ciri nya kita dapat memasukkan kuda dan sapi ke dalam kelompok hewan bertulang belakang, atau ke dalam kelompok hewan menyusui (mamalia) karena memiliki kelenjar susu. Kuda dan sapi juga dapat dimasukkan ke dalam golongan hewan tetrapoda (berkaki empat) karena sama-sama mempunyai empat kaki.
Ø  Berdasakan Perbedaan
Meskipun kuda nad sapi merupakan kelompok hewan mamalia, kita dapat pula memisahkannya sebagai kelompok yang berbeda berdasakan perbedaan cirinya. Misalnya, kuda memiliki jumlah jari yang ganjil pada setiap kakinya sehingga termasuk ke dalam kelompok mamalia berkaki ganjil (perisodactya). Sedangkan sapi memiliki jumlah jari genap pada setiap kakinya sehingga termasuk ke dalam mamalia berkaki genap (artioctyla), demikian pula pada kambing dan kerbau.
Ø  Berdasarkan Manfaaat
Pengelompokkan merupakan salah satu upaya dalam mengklasifikasi. Hampir setiap orang melakukan klasifikasi terhadap makhluk hidup. Dalam dunia tumbuhan, kita mengelompokkan mawar, melati, cemara, bugenfil sebagai tanaman hias. Kacang, jagung, dan ketela dikelompokkan ke dalam tanaman budidaya. Kacang tanah, kacang panjang, dan kacang merah dikelompokkan ke dalam kacang-kacangan. Klasifikasi dapat dilakukan siapa saja asal memiliki dasar dan tujuan yang jelas. Misalnya bayam, kol, kentang, kacang panjang, wortel, dan sawi dimasukkan ke dalam kelompok sayur-sayuran. Dasar pengelompokkan itu adalah bahwa tanaman-tanaman tersebut dapat digunakan sebagai sayuran, sedangkan tujuannya adalah untuk memudahkan manusia dalam memanfaatkan tanaman tersebut.
Ø  Berdasarkan Ciri Morfologi Dan Anatomi
Klasifikasi didasarkan pada persamaan dan perbedaan cirri tertentu. Cirri yang digunakan terutama adalah cirri anatomi dan morfologi. Morfologi adalah cirri yang tampak dibagian luar tubuh, sedangkan ciri anatomi tampak di bagian dalam tubuh makhluk hidup. Pada tumbuhan cirri morfologi dapat digunakan seperti warna bunga, bentuk bunga, bentuk biji, kekerasan biji, bentuk pohon, bentuk daun, dan lain-lain. Atau pada cirri anatomi seperti ada tidaknya cambium, bentuk berkas pembuluh.[11]
3. PENUTUP
Kesimpulan
·         Pembagian merupakan proses mengurai suatu hal menjadi berbagai unsur yang terpisah untuk memahami sifat, hubungan, dan peranan masing-masing unsur.
·         Klasifikasi adalah aktivitas akal budi untuk menggolong-golongkan dan membagi-bagi serta menyusun benda-benda atau pengertian-pengertian tertentu berdasarkan kesamaan dan kebedaannya.
·         Untuk mengetahui keseluruhan logis dari suatu konsep dan bagian-bagiannya dengan lebih baik.
·         Menjadi petunjuk untuk mengadakan analisis secara ideal supaya hasilnya tidak menimbulkan kesalahan.
·         Perbedaan antara klasifikasi dan analisis adalah sebagai berikut: Analisis lebih erat hubungannya dengan proses yang semata-mata bersifat formal, sedang klasifikasi lebih bersifat empirik serta induktif.
·         Macam-Macam pembagian ; pembagian fisik, pembagian logis, pembagian metafisik.
·         Syarat-syarat Pembagian : harus konsisten, meyakinkan dan lengkap, tegas dan jelas, harus berdasarkan satu saja, susngguh-sungguh memisahkan, sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, serta dilakukan secara rapi.
·         Diantara dasar-dasar klasifikasi yaitu: berdasarkan persamaan, perbedaan, manfaat, cirri anatomi dan morfologi.






DAFTAR PUSTAKA
·         Ahmad Taufiq ,Ilmu logika/ mantiq- bahan ajar 2, diakses pada 29 September 2012, dari http://vivixtopz.wordpress.com/modul-kuliah/ilmu-logikamantiq/ilmu-logikamantiq-bahan-ajar-2/
·         Dama_the great, Dasar-Dasar Klasifikasi, diakses pada 30 september 2012, dari http://damaqoriy.blogspot.com/2010/08/dasar-dasar-klasifikasi.html
·         Jan Hendrik Rapar, Pengantar Logika, Asas-Asas Penalaran Sistematis, E-book, h. 22
·         Pak De Sofa, Logika, penalaran, dan Analisis Definisi, diakses pada 29 September 2012, dari http://massofa.wordpress.com/2008/01/31/logika-penalaran-dan-analisis-definisi/
·         Socrates, Klasifikasi, diakses pada 29 September 2012, dari http://jeremiasjena.wordpress.com/2009/11/22/klasifikasi/
·         Zoelnayaris, Makalah Logika, diakses pada 29 September 2012, dari http://zoelnayaries.blogspot.com/2011/05/makalah-logika.html














[1] Ahmad Taufiq ,Ilmu logika/ mantiq- bahan ajar 2, diakses pada 29 September 2012, dari http://vivixtopz.wordpress.com/modul-kuliah/ilmu-logikamantiq/ilmu-logikamantiq-bahan-ajar-2/
[2] Jan Hendrik Rapar, Pengantar Logika, Asas-Asas Penalaran Sistematis, E-book, h. 22
[3] Socrates, Klasifikasi, diakses pada 29 September 2012, dari http://jeremiasjena.wordpress.com/2009/11/22/klasifikasi/
[4] Jan Hendrik Rapar, Pengantar Logika, Asas-Asas Penalaran Sistematis, E-book, h. 22
[5] Socrates, Klasifikasi, diakses pada 29 September 2012, dari http://jeremiasjena.wordpress.com/2009/11/22/klasifikasi/
[6] Pak De Sofa, Logika, penalaran, dan Analisis Definisi, diakses pada 29 September 2012, dari http://massofa.wordpress.com/2008/01/31/logika-penalaran-dan-analisis-definisi/
[7] Ahmad Taufiq ,Ilmu logika/ mantiq- bahan ajar 2, diakses pada 29 September 2012, dari http://vivixtopz.wordpress.com/modul-kuliah/ilmu-logikamantiq/ilmu-logikamantiq-bahan-ajar-2/
[8] Joycep, Answer Perbedaan Antara Klasifikasi Dan Pembagian, diakses pada 29 September 2012, dari http://translate.googleusercontent.com/translate_c?depth=1&hl=id&langpair=en|id&rurl=translate.google.co.id&u=http://wiki.answers.com/Q/Difference_between_classification_and_division&usg=ALkJrhj-wIsuMuoP0JrtUYG_iMEXWoZPVQ
[9] Zoelnayaris, Makalah Logika, diakses pada 29 September 2012, dari http://zoelnayaries.blogspot.com/2011/05/makalah-logika.html
[10] Zoelnayaris, Makalah Logika, diakses pada 29 September 2012, dari http://zoelnayaries.blogspot.com/2011/05/makalah-logika.html

[11] Dama_the great, Dasar-Dasar Klasifikasi, diakses pada 30 september 2012, dari http://damaqoriy.blogspot.com/2010/08/dasar-dasar-klasifikasi.html

0 komentar:

Poskan Komentar